Jumat, 30 November 2012

BENTUK MUKA BUMI


RELIEF MUKA BUMI DAN VULKANISME
Setelah mempelajari kegiatan beljar ini diharapkan Anda dapat:1.menjelaskan perbedaan tenaga eksogen dan endogen;2.menyebutkan bentuk-bentuk muka bumi di daratan;3.menyebutkan bentuk-bentuk muka bumi di lautan;4.menyebutkan gejala-gejala vulkanisme;5.menyebutkan gejala pasca vulkanisme;6.menyebutkan pemanfaatan vulkanisme; dan7.menjelaskan permasalahan vulkanisme.Jika Anda pernah jalan-jalan di pegunungan, dataran rendah, pinggir pantai ataumenyelam di dasar laut, tentu Anda akan mendapatkan keindahan alam yangluar biasa. Memang bentuk muka bumi indah. Permasalahan yang mendasarkenapa permukaan bumi ini tidak rata? Di sekitar lingkungan kita ada datarantinggi, dataran rendah, lembah, bukit, gunung, atau pegunungan. Begitu pula di laut, sepertidi daratan bentuknya tidak rata. Apakah yang menyebabkan permukaan bumi ini tidak rata?Terjadinya bentuk muka bumi tersebut diakibatkan oleh adanya dua tenaga yaitu tenagaendogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalambumi. Sedangkan tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari permukaan bumi. Untuklebih jelasnya tentang kedua tenaga ini, Anda ikuti penjelasan berikut dengan seksama.
 A.Tenaga Endogen dan Eksogen
1.Tenaga Endogen
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkanperubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaanbumi menjadi tidak rata. Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata(datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit ataupegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembahatau jurang.Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme, vulkanisme,dan seisme atau gempa.
a.Tektonisme
Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkanterjadinya dislokasi (perubahan letak) patahan dan retakan pada kulit bumi danbatuan. Berdasarkan jenis gerakan dan luas wilayah yang mempengaruhinya,tenaga tektonik dapat dibedakan atas gerak orogenesa dan epirogenesa.

 
6
Gerak orogenesa adalah gerakan tenaga endogen yang relatif cepat dan meliputidaerah yang relatif sempit. Gerakan ini menyebabkan terbentuknya pegunungan.Contohnya terbentuknya deretan lipatan pegunungan muda Sirkum Pasifik.Sedangkan gerak epirogenesa adalah kebalikan dari gerak orogenesa. Gerakanini sangat lambat, dan meliputi areal yang sangat luas.Bila permukaan bumi bergerak turun, sehingga permukaan laut tampak seolah-olah naik, maka gerak epirogenesa disebut gerak epirogenesa positif. Contohnyaterjadi di pantai Timor dan pantai Skandinavia. Sebaliknya gerak epirogenesanegatif terjadi apabila permukaan bumi naik, sehingga tampak seolah-olahpermukaan air laut turun. Contohnya terjadi di Teluk Hudson.
Gambar 1.
Gerak epirogenesa positif, terjadi di Pantai Skandinaviadan Pantai Timor.
Gambar 2.
Gerak epirogenesa negatif, terjadi di Teluk Hudson.
b.Vulkanisme
Vulkanisme adalah semua gejala alam yang terjadi akibat adanya aktivitasmagma. Bagaimana terjadinya vulkanisme? Vulkanisme sebenarnya sebagaiakibat dari kegiatan tektonisme. Kegiatan tektonisme ini akan mengakibatkanretakan-retakan pada permukaan bumi yang menyebabkan aliran lava dari bagiandalam litosfer ke lapisan atasnya bahkan sampai ke permukaan bumi. Kegiatanmagma itulah yang dinamakan vulkanisme. Hasilnya dapat dilihat pada gunungberapi. Uraian tentang vulkanisme ini Anda pelajari dalam penjelasan selanjutnya.
c.Seisme (gempa)
Pernahkah Anda mengalami gempa? Jika pernah, apa yang Anda rasakan?Benar, bumi atau lantai yang kita pijak terasa bergoyang. Gempa bumi bisa terjadisiang atau malam hari. Mungkin saja di siang hari Anda sedang duduk di kursi,tiba-tiba kursi bergoyang, air dalam gelas bergoyang dan tumpah, gantunganlistrik berayun, pintu dan jendela berderak, dan tiba-tiba di luar orang-orangberteriak, gempa... gempa... Gempa seperti ini mungkin pernah atau sering terjadidi daerah Anda. Bahkan gempa bisa menimbulkan petaka yang hebat, misalnyamenyebabkan tanah longsor, bangunan roboh, banjir, gelombang pasang, bahkan

 
7
bisa menelan korban mahluk hidup termasuk manusia. Misalnya gempa yangterjadi di Tokyo Jepang tahun 1933 menelan korban 60.000 manusia dan 300.000rumah hancur. Sekarang coba Anda sebutkan di daerah mana saja gempa yangterjadi di Indonesia! Ya benar, misalnya gempa yang terjadi di Bengkulu, atau diNusa Tenggara Timur yang menewaskan banyak orang.Tahukah Anda apa yang menyebabkan terjadinya gempa? Zaman dulu dibeberapa daerah konon ada yang percaya bahwa gempa disebabkan bumi initerletak di ujung tanduk sapi (dewa). Sang Sapi mendapat laporan bahwa bumiini sudah kosong oleh orang-orang baik. Bumi ini hanya diisi oleh orang jahat.Sehingga Sang Sapi menggoyangkan kepalanya untuk memberikan peringatanpada manusia melalui gempa.Tentunya Anda tidak akan percaya dengan cerita di atas. Sesungguhnya gempaterjadi akibat getaran kulit bumi yang disebabkan oleh kekuatan dari dalam bumi.Bagaimana getaran itu terjadi? Kerak bumi ini merupakan lempengan yang kaku.Di daerah yang labil, lapisan litosfer ini mengalami perubahan letak. Misalnya disatu bagian terangkat ke atas, sedangkan di bagian sebelahnya menurun ataubertahan pada kedudukannya. Pelengkungan pada perbatasan antara dua bagianyang bergeser ini menimbulkan ketegangan yang lama-kelamaan akan patahyang mendadak. Patahan yang mendadak itulah yang menimbulkan getarangempa.Tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan gempa ini bermacam-macam.Karena itu gempa dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, bentukepisentrumnya, letak hiposentrumnya, jarak, dan letak episentrumnya.Berdasarkan peristiwa yang menimbulkannya, gempa dibagi menjadi gempatektonik, gempa vulkanik, dan gempa runtuhan:1)Gempa tektonik merupakan jenis gempa yang terkuat dan bisa meliputiwilayah yang luas. Gempa ini merupakan akibat dari gerakan gempa tektonikyaitu berupa patahan atau retakan.2)Gempa vulkanik yaitu gempa yang terjadi sebelum atau pada saat gunungberapi meletus. Gempa ini hanya terasa di daerah sekitar gunung berapi,sehingga tidak begitu kuat jika dibandingkan dengan gempa tektonik.3)Gempa runtuhan yaitu gempa yang terjadi akibat runtuhnya atap gua yangterdapat di dalam litosfer, seperti gua kapur atau terowongan tambang. Gempaini relatif lemah dan hanya terasa di sekitar tempat runtuhan terjadi.Masih banyak penggolongan jenis gempa. Misalnya berdasarkan bentukepisentrumnya, dibedakan menjadi 2 macam, yaitu gempa linier dan gempasentral. Gempa linier yaitu episentrumnya berupa garis. Sedangkan gempa sentralyaitu episentrumnya berbentuk suatu titik. Berdasarkan letak kedalamanhiposentrumnya dibedakan menjadi tiga macam gempa, yaitu gempa dalam,gempa intermedier (menengah), dan gempa dangkal. Berdasarkan jarakepisentrumnya, gempa dibedakan menjadi tiga macam, yaitu gempa setempat,gempa jauh, dan gempa sangat jauh. Berdasarkan letak episentrumnya, gempadapat dibedakan menjadi gempa laut dan gempa darat.
Top of Form
Search

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar